Materi Bab VI (tambahan)

Minggu ini merupakan pertemuan terakhir. Materi berikut ini merupakan materi terakhir yang diberikan (merupakan bab tambahan dari buku ajar yang sudah anda copy). Silahkan di pelajari, termasuk sebagai bahan ujian akhir semester. Terima kasih atas partisipasinya dalam perkuliahan di semeseter ini.

BAB VI

TREND MANAJEMEN MASA DEPAN

A. TREND MANAJEMEN
Perkembangan dan kemajuan di segala bidang kehidupan terutama teknologi informasi telah membawa masyarakat ke dalam suatu bentuk “desa dunia” (small village, borderless country dan lain-lain). Dimana sekat-sekat antar bangsa dan budaya semakin terbuka sehingga akan membawa konsekuensi yang besar dalam berbagai bidang kehidupan.
Untuk melihat trend manajemen kita bisa menggunakan pola yang dipakai oleh John Naisbit. Melalui bukunya Mega Trend 2000 Naisbit merumuskan 10 mega trend sebagai berikut :
Sistem manajemen beralih dari sentralisasi ke desentralisasi
Pembangunan beralih dari daerah utara ke selatan
Struktur organisasi beralih dari sistem hierarki ke networking
Dari visi jangka pendek ke jangka panjang
Dari satu dua pilihan ke banyak pilihan
Dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia
Dari masyarakat industri ke masyarakat informasi
Dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipasi.
Dari teknologi berat ke teknologi tinggi
Dari bantuan lembaga ke bantuan sendiri
Sedangkan George Koz Metsky (1985) mengemukakan bahwa trend manajemen masa depan harus :
Karyawan harus berilmu
Mendidik dan mengembangkan kreatif dan inovasi individu
Manajer masa depan harus mengetahui :
Sain, teknologi dan informasi
Semakin tidak jelas beda antara profesional dengan owner
Manajemen semakin beretik dan bermoral
Semakin memperhatikan kepentingan aspek sosial dan lingkungan
Semakin berwawasan internasional
Semakin multi disiplin
Semakin besar prinsip pelayanan kepuasan kepada langganan
Pengambilan keputusan semakin ilmiah
Semakin capital intensive dan peningkatan otomatisasi
Alfin Toffler dalam bukunya “The Third Wave” (1980:235-238), mengemukakan sumber perubahan yang akan terjadi dalam trend praktek manajemen adalah sebagai berikut :
1.Lingkungan fisik
Penduduk semakin banyak, sumber alam semakin berkurang, ekosistem berpengaruh, sehingga muncul polusi dan ketidakseimbangan alam.
2.Lingkungan sosial
Masyarakat semakin terdidik, tuntutan kualitas semakin besar, kriminalitas meningkat, tanggungjawab sosial semakin diharapkan
3.Lingkungan informasi
Informasi semakin penting, penguasaan informasi semakin diperlukan sedangkan yang menguasai informasi semakin berperan. Teknologi informasi semakin tinggi
4.Lingkungan politik
Semakin besar keterlibatan perusahaan dalam ekonomi semakin besar dampaknya kepada politik dan semakin besar skalanya dari nasional, regional sampai pada politik internasional.
5.Lingkungan moral
Manajer semakin dituntut berperilaku baik, beretika dan bermoral, nilai tradisional seperti kejujuran, integritas semakin penting, masyarakat semakin kritis.
Perubahan global demikian cepatnya berjalan dan untuk dapat mengikuti trend yang ada masyarakat dituntut untuk lebih akomodatif dalam menerima perubahan.

B. MANAJEMEN PERUBAHAN
Masa depan akan semakin diwarnai dengan perubahan yang sangat cepat. Perubahan yang semakin cepat ini didorong oleh perkembangan teknologi informasi, komputer dan transportasi. Dalam dunia dan ekonomi global ini mau tidak mau manajemen harus dapat mengikuti setiap perubahan.
Menurut J.F Kennedy (Sofyan,1996 : 388) perubahan adalah hukum kehidupan dan siapa yang hanya melihat masa lalu atau masa sekarang pasti akan kehilangan masa depan. Dari sisi lain Alfin Toffler mengemukakan tiga gelombang perkembangan masyarakat :
Gelombang 1 : Masyarakat agraris
Gelombang 2 : Masyarakat industri
Gelombang 3 : Masyarakat informasi.
Sekarang ini kita hidup di gelombang tiga yaitu masyarakat informasi. Kemajuan di bidang teknologi informasi atau komunikasi telah memperpendek jarak dan membuka pintu- pintu antar bangsa. Apa yang diketahui bangsa satu seketika juga dapat diketahu oleh bangsa lain hingga pada suatu saat nanti nilai-nilai antar bangsa akan mengalami kesamaan (globalisasi). Adanya era globalisasi menuntut banyaknya perubahan-perubahan dalam berbagai sektor kehidupan baik ekonomi, sosial, budaya, politik dan lain sebagainya.
Perubahan ada dimana-mana dan kita mau tidak mau harus mengikuti perubahan. Beberapa alasan yang menyebabkan perlunya perubahan organisasi (Sofyan,1996: 388-389) adalah :
Perubahan yang dituntut oleh manusia
Perkembangan teknologi
Perkembangan teknologi komunikasi
Persaingan yang tajam.
Sedangkan Stephen P. robbins membagi teknik manajemen perubahan dalam tiga besar :
Perubahan struktur
Perubahan teknologi
Perubahan manusia
Teknik yang bisa digunakan untuk memanaje perubahan itu adalah :
1. Pengembangan organisasi (organization development) untuk memperbaiki mutu antar pribadi dan hubungan kerja.
2. Latihan sensitivitas (sensitivity training) melakukan hubungan tanpa melalui struktur organisasi.
3. Melihat umpan balik (survey feedback) menilai sikap dalam bekerja dan memberikan laporan hasilnya.
4. Proses konsultasi dengan bawahan.
5. Pembinaan tim
6. Pengembangan hubungan antar kelompok.
Adanya suatu perubahan akan dapat menimbulkan pertentangan antara kelompok yang setuju dengan perubahan dan kelompok yang menentang perubahan. Davis dan Newstrom (Sofyan,1996:391-391) mengemukakan beberapa kiat agar perubahan dapat berjalan dengan baik, yaitu :
Perubahan hanya dilakukan dalam bidang yang perlu saja.
Lakukan perubahan secara berangsur-angsur atau bertahap, jangan mendadak.
Ikuti terus dampak dari perubahan yang dilakukan.
Konsultasikan manfaat dari perubahan dengan karyawan
Perbaikan dan coba diatasi masalah yang lahir setelah adanya perubahan.

C. ISU-ISU KONTEMPORER
Dewasa ini banyak model dan istilah dalam dunia manajemen yang penting untuk kita pahami dan kita ketahui antara lain :
1. Total Quality Management (TQM)
TQM merupakan pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungannya (Nasution, 2004:18).
Menurut Rachel Salazar (Sofyan,1996:393) TQM memiliki tiga pengertian yaitu :
Proses pengawasan statistik dan sirkulasi kualitas.
Perubahan budaya
Perbaikan tim
TQM merupakan sistem manajemen yang berfokus pada semua orang/tenaga kerja, bertujuan untuk terus-menerus meningkatkan nilai yang diberikan bagi pelanggan dengan biaya penciptaan nilai yang lebih rendah daripada nilai suatu produk. Konsep TQM ini memerlukan komitmen semua anggota organisasi terhadap perbaikan seluruh aspek manajemen organisasi.
Pada dasarnya konsep TQM mengandung tiga unsur (Nasution,2004:24), yaitu :
Strategi nilai pelanggan.
Nilai pelanggan adalah manfaat yang dapat diperoleh pelanggan atas penggunaan barang/jasa yang dihasilkan perusahaan dan pengorbanan pelanggan untuk memperolehnya.
Sistem organisasional
Sistem ini berfokus pada penyediaan nilai bagi pelanggan. Sistem ini mencakup tenaga kerja, material, mesin/teknologi proses, metode operasi dan pelaksanaan kerja, aliran proses kerja, arus informasi dan pembuatan keputusan.
Perbaikan kualitas berkelanjutan
Perbaikan kualitas diperlukan untuk menghadapi lingkungan eksternal yang selalu berubah, terutama perubahan selera pelanggan.
Sedangkan prinsip TQM adalah :
Kepuasan pelanggan
Respek terhadap setiap orang
Manajemen berdasarkan fakta
Perbaikan berkesinambungan

2. International for Standardization (ISO)
Dari fenomena TQM muncullah beberapa lembaga internasional yang membuat standarisasi mutu (ISO) . Tujuan ISO adalah mengembangkan dan mempromosikan standar-standar yang berlaku secara internasional. Ada beberapa standarisasi mutu (ISO) yaitu :
Seri ISO 9000 adalah suatu sistem terpadu untuk mengoptimalkan efektivitas suatu perusahaan, dengan menciptakan sebuah kerangka kerja untuk peningkatan atau perbaikan secara berkesinambungan.
Tujuan ISO 9000 adalah :
· Organisasi dapat mencapai dan mempertahankan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan, sehingga secara berkesinambungan dapat memenuhi kebutuhan para pembeli dan pelanggan.
· Organisasi memberikan keyakinan kepada pihak manajemennya sendiri bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah dicapai dan dapat dipertahankan.
· Organisasi memberikan keyakinan kepada pihak pembeli bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah atau akan dicapai dalam produk atau jasa yang dijual.
Sampai tahun 1996 telah ada beberapa seri ISO 9000 (Gasperz, 1997:288) yaitu :
ISO 9000-1. manajemen kualitas dan standar jaminan kualitas – petunjuk untuk pemilihan dan penggunaan.
ISO 9000-2, petunjuk aplikasi ISO 9001,9002,9003
ISO 9000-3, petunjuk aplikasi ISO 9001 pada pengembangan, penawaran dan pemeliharaan perangkat lunak.
ISO 9000-4, petunjuk pada keberlangsungan manajemen program
ISO 9001, sistem kualitas model untuk jaminan kualitas dalam desain, pengembangan, produksi, instalasai dan pelayanan.
ISO 9002, sistem kualitas model untuk jaminan kualitas dalam produk dan instalasi
ISO 9003, sistem kualitas model untuk jaminan kualitas dalam inspeksi dan pengujian akhir
ISO 9004-1, manajemen kualitas dan elemen-elemen sistem kualitas – suatu petunjuk.
ISO 9004-2, manajemen kualitas dan elemen-elemen sistem kualitas petunjuk untuk jasa.
ISO 9004-3, petunjuk untuk material yang dibahas
ISO 9004-4, petunjuk untuk perbaikan kualitas
ISO 9004-5, petunjuk untuk rencana-rencana kualitas
ISO 9004-6, petunjuk jaminan kualitas untuk manajemen proyek
ISO 9004-7, petunjuk untuk manajemen konfigurasi

Seri ISO 14000 adalah standar sistem manajemen lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan akibat dari suatu kegiatan organisasi.

3. Kaizen
Kaizen adalah upaya yang dilakukan untuk memperbaiki secara terus-menerus di semua bidang dalam perusahaan. Kaizen sangat populer dalam manajemen Jepang dan konsep ini berkaitan erat dengan konsep TQM

4. Benchmarking (patok duga)
Benchmarking merupakan suatu proses belajar secara sistematika dan terus-menerus untuk menganalisa tata cara kerja terbaik untuk menciptakan dan mencapai tujuan dengan prestasi kelas dunia, dengan membandingkan setiap bagian dari suatu perusahaan dengan perusahaan pesaing yang paling unggul dalam kelas dunia. Benchmarking adalah konsep penetapan tujuan berlandaskan pada pengetahuan apa yang telah dicapai oleh pihak lain yaitu pesaing eksternal dan pesaing internal.
Dari definisi tersebut ada empat faktor kunci yaitu :
Proses berkesinambungan
Pengukuran
Produk, jasa dan praktik
Perusahaan terkenal sebagai pemimpin industri dunia
Menurut WED proses benchmarking ini harus melalui beberapa tahapan yaitu :
Perencanaan
· Tetapkan apa yang ingin dibenchmark kan
· Cari perusahaan yang berbeda
· Tentukan metode pengukuran data dan kemudian kumpulkan datanya
Analisis
Tentukan tingkat prestasi saat sekarang
Proyeksikan prestasi yang akan datang
Sampaikan temuan benchmark dan dapatkan persetujuan
Integrasi
Tetapkan tujuan fungsional
Tetapkan rencana dan kegiatan
Kegiatan
Laksanakan kegiatan tersebut dan monitor kemajuannya
Koreksi benchmark jika perlu.

5. Reengineering
Reengineering adalah rekayasa ulang, dimana dalam reengineering ada 4 level yang harus dipenuhi, yaitu :
Level 1. Perbaikan tugas
Level 2. Mendesain kembali proses bisnis dalam semua departemen
Level 3. Mendesain kembali proses fungsional silang
Level 4. Mendesain perusahaan dan bisnisnya.
Beberapa petunjuk dalam pelaksanaan reengineering :
Coba perbaiki bukan mengubah
Jangan fokuskan pada proses bisnis
Abaikan semua kecuali proses desain kembali
Jangan mengabaikan nilai dan kepercayaan manusia
Coba mulai dari bawah

6. Transformasi Bisnis (Business Transformation)
Transformasi bisnis merupakan suatu pergeseran fundamental dalam hubungan perusahaan dengan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam konsep ini perusahaan dianggap menerima tanggungjawab tentang bagaimana ia menggunakan sumber daya alam dan seberapakah jauh sumbangannya terhadap lingkungan. Perusahaan dianggap memiliki social kontrak dengan lingkungannya.
Kegiatan transformasi bisnis merupakan pendesainan kembali secara serentak arsitektur genetika suatu perusahaan yang dilakukan dengan cara bekerja simultan kendatipun dalam kecepatan yang berbeda menyangkut empat dimensi atau 4R :
Reframing : pergeseran konsep perusahaan mengenai apa dia dan apa yang dapat dicapainya.
Restructuring : mengencangkan badan perusahaan untuk mencapai tingkat kemampuan berkompetisi untuk mencapai prestasi puncak.
Revitalization : menyangkut pencapaian pertumbuhan dengan cara mengaitkan perusahaan dengan lingkungan.
Renewals : menyangkut aspek manusia dalam transformasi dikaitkan dengan semangat perusahaan.

7. Just In Time
Just in time adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas dan menekan pemborosan dan ketidakefisienan lainnya. Konsep JIT adalah merupakan model/filosofi yang mempunyai sifat-sifat sbb :
Penekanan pada prinsip visibility sehingga dengan demikian setiap masalah yang memerlukan perbaikan menjadi jelas dan dianggap sebagai kesempatan atau peluang.
Output selalu disesuaikan dengan permintaan sehingga kegiatan produksi harus disesuaikan dengan upaya menyeimbangkan keduanya
JIT menghendaki kesederhanaan/kemudahan bukan kerumitan
Pendekatan yang dilakukan bersifat holistik
JIT menganut konsep perbaikan terus-menerus.
Beberapa unsur yang selalu dianut JIT :
Sikap Awareness/Education : setiap orang harus mencoba memperbaiki keadaan walaupun pada mulanya salah namun harus terus dicoba.
House-keeping : setiap orang harus bertanggungjawab pada setiap peralatan dan harta perusahaan.
Quality Improvement : Kualitas harus terus ditingkatkan
Uniform Plant Load : Produksi sesuai dengan permintaan
Redesign Process Flow : Peralatan produksi dapat digunakan secara group bukan per departemen
Set up reduction : Peralatan sesuai dengan kebutuhan
Supplier Net Work : barang diterima hanya saat dibutuhkan

RANGKUMAN VI

Berpangkal tolak dari uraian diatas, dapatlah dibuat ringkasan sebagai berikut :
1. Perkembangan teknologi informasi telah mengakibatkan perubahan di segala kehidupanyang pada akhirnya akan membentuk “ desa dunia”
2. Seiring dengan perkembangan zaman, trend manajemen pun mengalami perubahan. John Naisbit merumuskan 10 mega trend sbb :
– Sistem manajemen beralih dari sentralisasi ke desentralisasi
– Pembangunan beralih dari daerah utara ke selatan
– Struktur organisasi beralih dari sistem hierarki ke networking
– Dari visi jangka pendek ke jangka panjang
– Dari satu dua pilihan ke banyak pilihan
– Dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia
– Dari masyarakat industri ke masyarakat informasi
– Dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipasi.
– Dari teknologi berat ke teknologi tinggi
– Dari bantuan lembaga ke bantuan sendiri
3. Masa depan dunia akan semakin diwarnai dengan perubahan yang sangat cepat. Setiap perubahan akan menimbulkan pro dan kontra. Teknik yang bisa untuk digunakan untuk memanaj perubahan :
– Pengembangan organisasi (organization development) untuk memperbaiki mutu antar pribadi dan hubungan kerja.
– Latihan sensitivitas (sensitivity training) melakukan hubungan tanpa melalui struktur organisasi.
– Melihat umpan balik (survey feedback) menilai sikap dalam bekerja dan memberikanlaporan hasilnya.
– Proses konsultasi dengan bawahan.
– Pembinaan tim
– Pengembangan hubungan antar kelompok.
4. Isu-isu kontemporer :
a.Total Quality Management (TQM) : merupakan pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungannya.
b.International for Standardization : suatu lembaga internasional yang melakukan standarisasi mutu internasional. Ada dua seri yaitu ISO 9000 dan iso 14000
c.Kaizen adalah upaya yang dilakukan untuk memperbaiki secara terus- menerus di semua bidang dalam perusahaan.
d.Benchmarking merupakan suatu proses belajar secara sistematika dan terus-menerus untuk menganalisa tata cara kerja terbaik untuk menciptakan dan mencapai tujuan dengan prestasi kelas dunia, dengan membandingkan setiap bagian dari suatu perusahaan dengan perusahaan pesaing yang paling unggul dalam kelas dunia.
e.Reengineering adalah rekayasa ulang
f. Transformasi bisnis : hubungan perusahaan dengan lingkungannya.
g. Just in time adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas dan menekan pemborosan dan ketidakefisienan lainnya

LATIHAN VI

1. Mengapa kemajuan teknologi informasi bisa membawa perubahan dunia, Jelaskan !.
2. Sebutkan faktor-faktor megatrend menurut Naisbit !.
3. Mengapa setiap perubahan ada kelompok yang setuju dan ada yang menolak, jelaskan
4. Jelaskan teknik-teknik agar perubahan dapat diterima anggota organisasi !.
5. Jelaskan konsep Total Quality Managemet dan mengapa TQM diperlukan, jelaskan!.
6. Alfin Toffler membagi kehidupan ke dalam tiga gelombang, dan sekarang ini kita hidup di gelombang ke 3 yaitu masyarakat informasi. Jelaskan mengapa sekarang ini disebut sebagai masyarakat informasi.
7. Apa yang anda ketahui tentang istilah-istilah dibawah ini :
a. Benchmarking
b. ISO 9000 & ISO 14000
c. Just In Time
d. Reengineering